Doraemon 100 Secret Gadgets EXPO - The Best Gadgets in Life!



Biru. Berkumis. Bersuara serak... Mungkin petunjuk ini masih membingungkan. Tapi bila menyebut Dorayaki pastinya bisa langsung menebak siapa yang dimaksud. Lebih-lebih menyebut Baling-baling Bambu, Pintu Kemana Saja...hmm sudah pasti itu Doraemon. Ya, berbicara alat-alat ajaib tidak bisa dipisahkan dari Doraemon, sanggup membuat siapapun berdecak kagum, kepingin, ngiler bahkan ngarep untuk memilikinya! *eh, apa bedanya kepingin ama ngarep ya...* 

Nah, bagi penggemar Doraemon bersiaplah karena alat-alat ajaib itu kini kembali dihadirkan di Indonesia lewat Doraemon 100 Secret Gadgets EXPO ! 
Yup...it's back! Yeyy!! *jingkrak-jingkrak* :D



Setelah sukses digelar untuk kali pertama di Jakarta dan meraih animo tinggi dari publik maupun penggemarnya, kali ini giliran Surabaya menjadi kota kedua singgahnya pameran yang memajang ratusan replika Doraemon beserta alat-alat ajaibnya. Bertempat di Grand City Mall & Convex, pameran ini akan berlangsung selama 70 hari yakni mulai 7 Desember 2015 hingga 14 Februari 2016 atau berakhir tepat di hari perayaan Valentine. Harga tiketnya terbilang standar *atau mahal? rasanya tidak, lebih mahalan lagi nyeselnya kalau sampai nggak lihat* dengan kategori Dewasa seharga Rp. 90.000 dan kategori anak-anak seharga Rp. 60.000 sedang anak-anak di bawah 2 tahun atau tinggi kurang dari 90 cm serta lansia diatas 60 tahun -kabarnya- bisa masuk area pameran tanpa dipungut biaya alias gratis. Kabar baiknya, ada banyak promo menarik misalnya bagi pemegang kartu BCA (kredit atau flazz) bisa mengikuti promo buy 1 get 1 free saat weekdays atau diskon 20% - 40 % saat weekend / pembelian lewat Alfamart.

Informasi selengkapnya melalui website resminya atau akun facebook ya!

Walau tidak berkesempatan melihat yang di Jakarta *baper banget kala itu....jauhnya nyesek dalam hati bikin geregetan iya, nyesel iya, kesel iya....iya lebaii yahh saya :D konsep yang ditampilkan tak jauh berbeda dengan pagelaran pertamanya. Penampilan replika Doraemon lengkap dengan beragam ekspresi sambil membawa alat ajaibnya. Kehadiran Nobita, Shizuka, Suneo dan Jaian (Giant) beserta diorama-diorama yang menggambarkan sepenggal kisah perjalanan mereka berlima juga semakin menyemarakkan suasana. Untuk yang di Surabaya ada penambahan fasilitas seperti little gadget museum dan Comic World serta pengadaan door prize dan hadiah menarik lainnya yang diundi setiap weekend dan di akhir expo nanti.



Memasuki mal -atau dari elevator parkiran saja- suasana 'blue Doraemon' sudah begitu terasa. Banyak informasi visual yang dipajang di berbagai tempat mulai dinding stand di depan eskalator naik, dekat toilet, elevator sampai banner di area food court. Puncaknya panggung besar berada di lobi lantai dasar. Juga di sisi lobi yang lain, keberadaan card-board tiap karakternya *eh ada Dorami juga* makin menyemarakkan expo ini secara meriah. Panggung besar di lobi sendiri seakan menjadi tempat berkumpulnya penggemar Doraemon. Terlihat anak-anak yang ditemani orang dewasa -yang notabene mungkin juga penggemar di masa kecilnya- untuk tak ketinggalan duduk menyaksikan live session yang diadakan tiap weekend selama bulan Januari mulai pukul 4 sore atau menonton gratis film petualangan yang diputar dari layar televisi besar di panggung tersebut. Tak kurang akal, Doraemon juga memanjakan pengunjung untuk berfoto-foto dengan gambar para karakternya disertai keterangan [Foto bawah dengan background kuning] yang berada di balik panggung. Masih kurang? Ada begitu banyak merchandise khas Doraemon yang dijejerkan secara rapi di depan panggung yang bisa dijadikan koleksi. Dari karpet berbulu, bantal tidur, penutup mata, gelas, botol minum, kaus sampai peralatan menulis dan snacks -termasuk stand Lasegar dengan mbak-mbaknya yang senyumnya maniss *kayaknya panas dalam langsung ilang deh..upss! Oiya, stand komik juga ada bagi siapapun yang ingin / merasa kurang lengkap mengoleksi setiap serial komik nya.













Sebelum masuk ke dalam pameran ada baiknya mengunjungi sisi lobi yang lain. Disini, tepatnya depan stall Optik Tunggal, bakal menemukan enam character card-board termasuk Dorami, adiknya Doraemon juga dihadirkan disini. Ada logo besar '100' serta diorama sederhana lapangan serta card-board pintu kemana saja yang bisa dipakai berfoto alias ber-selfie ria sepuas-puasnya *awalnya sih malu tapi bodo amat dah diliatin... :D















Puas *latihan* berselfie, saatnya masuk ke ruangan pameran! 
Bagi yang membeli tiket langsung di tempat, masih berlaku diskon jika memakai kartu Flazz BCA. Jika tidak ya bayar penuh. Tak apa, mahalnya setara kerinduan bertemu 'teman' lama yang mengasyikkan masa kecil saya, sampai sekarang juga sih *sentimentil banget ya...*
Eitss sempatkan dulu ke toilet ya, bisa repot kalau sampe kebelet di dalam.

 *dari sini aja pinginnya selfie melulu...parah...*




Tiket sudah di tangan. Kenapa dua adult / dewasa, soalnya biar ada *butuh maksudnya* yang motoin hehehe... Masuk sendirian sih enak, mau berlama-lama sampai sejam ya ga bakal ada yang ganggu *palingan petugasnya aja yang bosen...ini orang betah amat ya hehe...* tapi nggak kebayang kalau musti selfie kayak orang gila...yang nyari sudut yang pas lah, yang nyari ekspresi Doraemon yang bagus lah...hahaha sumpah niat banget, duh! *bukan saya* :D 

Persiapan saya cuma baju biru biar bau-baunya sewarna dengan Doraemon *plus sisir wkwk sumpee hari itu bad hair day...si rambut ya ikutan nervous rupanya..lol* dan pocket kamera yang sudah siap menjalankan misi *perang sama urat malu* yakni niat nge-jepret satu-persatu tiap replika-nya Doraemon! :D 

Dan sampailah, memasuki lorong waktu untuk bertemu Doraemon....

kebayang betul adegan Doraemon dan Nobita bertualang dengan mesin waktu. Cahaya kecil di ujung sana ibarat tempat tujuan yang sebentar lagi mendekat.....






disambut awal mula lahirnya Doraemon...kuning! Yup, sedari awal Doraemon adalah robot masal berwarna kuning dan bertelinga kucing. Sampai akhirnya kehilangan kuping, semenjak itu Doraemon bener-bener takut, alergi dan trauma melihat tikus. Diputusin lagi. Nangis dan merubah warnanya jadi biru #spoileralert

bagi yang masih nggak ngerti kenapa nangis bisa jadi biru, mungkin simple-nya, cat-nya luntur hehe... kidding! ya barangkali karena  istilah blue sering dipakai untuk mengungkapkan kesedihan semisal baby blues, morning blues jadi mungkin itulah yang ada di pikiran mangaka-nya *atau editornya atau... entah lah...musti naik mesin waktu dulu.... 



Usai melihat sejarahnya, Doraemon memanggil masuk ke ruangan berikutnya yakni berkenalan dengan banyak gadgets ajaibnya! Puas-puasin betul melihat detailnya plus masing-masing keterangan nama dan bentuk alat ajaib yang diletakkan di bawah replika *betah banget disini sampe muter 3 kali.  Yang jelas kita dilarang banget memegang, mengelus-elus, mengeong *lhoo* apalagi sampai  menculiknya *andai bisa :D tapi untuk berfoto, silakan sepuasnya! berpose menggila juga boleh...apalagi kalau datangnya pas jam sepi, widihh menantang banget diliatin mas dan mbak penjaganya disitu dengan mata berkaca-kaca dan kepala mengeleng-geleng....  :D




coba disebutin...tadinya sih mau saya tulis tiap nama alatnya tapi biar makin penasaran...

Okee, dari sini silakan menikmati hasil ke'niat'an saya nge-jepret satu-satu :D
































































































































Antara muter-muter ngambil sudut yang menarik dan tersenyum simpul karena kelucuan ekspresi tiap Doraemon...mana ruangannya sejuk lagi hmm makin betah deh... ehh ada mini Dora alias Doraemon mini berwarna merah. Ada yang masih ingat? Yup, si mini dora ini bisa dibilang pengganti Doraemon (selain kehadiran Dorami) alat-alat ajaibnya pun mini! Selain itu juga lebih banyak berfungsi untuk memperbaiki kerusakan sistem di tubuh Doraemon. 














 

Berpindah dari ruang replika, Doraemon selanjutnya mengajak pengunjung untuk bernostalgia sejenak dengan sketsa adegan komiknya. Lengkap dengan tulisan asli secara sepotong-potong dan garis efek. Ya, rasanya tak lengkap kalau menyukai Doraemon tanpa membaca seri komiknya. Desain / gaya gambar khas Fujiko-sensei yang rapi, simpel namun tak lekang oleh waktu. Buat saya pribadi, komik Doraemon itu spesial karena komik inilah yang kali pertama saya beli dan mengenalkan saya pada manga dan budaya Jepang. *jadi sentimentil lagi.....*



Masuk melewati Pintu Kemana Saja yang lebar bangettt... 



Doraemon selanjutnya mengajak ke little gadget museum. Ada satu replika Doraemon yang nggak sempat saya foto dikarenakan gerombolan ladies berselfie-ria saking lamanya... ya udah nyerah deh ketimbang saya jamuren disitu... *cakar-cakar dinding* akhirnya lanjut aja melihat-lihat koleksi gadget lain *itu pintu kemana saja-nya imuut banget ya...






Ada  gadget yang dilekatkan ke dinding namun bisa dicoba -sambil foto- jadi seakan-akan kita tengah menggunakannya lengkap dengan diorama pemandangan kota dengan langit biru yang cerah persis seperti yang kita lihat dalam komik dan animenya. *ada kotak telepon pengandaian, duhh lupa minta andaikan makan banyak malah bikin langsing bisa gak ya :D

Next, menjumpai diorama-diorama dengan kehadiran Nobita, Shizuka, Suneo, Giant dan Jaiko, adiknya. Ada juga diorama yang menampilkan Nenek dan Ayah-Ibu Nobita yang menggambarkan sepenggal kisah penting dalam komik. Ibunya Suneo dan Ibunya Jaian juga muncul walau berupa card-board. *dalam hati bertanya-tanya kok nggak ada Dorami, Sewashi dan Dekisugi ya? Diorama yang keren gini makin membuat jiwa narsis-nya tiap orang jadi bergejolak deh. Asyiknya kita bisa berfoto kok, salah satunya difoto dengan secara profesional oleh staff yang bertugas disana. Fotonya free tapi ambilnya bayar ya. Bila diambil, foto yang dicetak sudah dilengkapi frame. Atau kita juga bisa masuk ke dalam diorama lewat lubang yang sudah disiapkan, jadi seakan-akan kita ikutan berada bersama-sama di dalamnya. Kalau sudah gini ya silakan jepret-jepret sepuasnya *kalau bawa temen lebih enak*








Suara legendaris...suara dahsyatnya Jaian saat bernyanyi!
Diorama lapangan tempat Nobita dkk bermain. Ada Shizuka dan Jaiko berdiri disini. Di seberang depan, ada kotak pos merah yang ikonik banget. Shizuka cantik ya....











Rumah Suneo dan Ibunya datang mempersilahkan. Meski sederhana, rumah Suneo tetap aja terasa mewah. Lengkap dengan roti yang terlihat lezat! 
[Foto bawah] bergaya ala Nobita yang diam-diam mengintip Jaian dan Suneo di lapangan...
Sepenggal kisah mengharukan...saat Doraemon menangis tersedu-sedu melihat Nobita yang berjuang untuk tidak cengeng. Hueehh, pemandangan yang malah membuat saya jadi cengeng...hikss....




dan akhirnya.... kebahagiaan pernikahan Nobita dan Shizuka. Uniknya, memasuki ruangan ini serasa dibawa ke dalam ruangan gereja keduanya menikah. Lengkap dengan barisan tempat duduknya. Disini Doraemon tidak ada, entah bisa dibilang sudah berpisah dari Nobita karena sedari awal Doraemon ada untuk membantu Nobita mengubah nasib buruknya. Karena Nobita berhasil menikah dengan Shizuka, itu berarti Nobita berhasil dan berati pula tugasnya selesai... *hmm rada sedih ya versi yang ini...ada banyak timeline sebenarnya.. Apapun itu, rasanya seperti diajarkan dan diingatkan bahwa di balik kebahagiaan ada banyak kesedihan yang telah dilalui, bahwa waktu adalah berharga ketika kita ada bersama orang-orang yang berarti.... *duilee...makin sentimentil lagi...*



Diorama panggung pernikahan Nobita dan Shizuka ternyata menjadi penutup. Berlanjut menuju ruangan yang berisikan beragam merchandise yang dijual. Mulai dari seprai, selimut, bantal donat, head set, botol minu, buku tulis, notes, snacks, kaos, semuanya... banyak banget kalau disebutkan... Bagi yang tadi berfoto bisa sekalian mengambil dan membayar hasil fotonya di samping kasir. Harga merchandise nya sendiri bervariasi mulai dari 10 ribuan. Tadinya sih nggak mau beli, eh tergeltik juga masa nggak bawa kenangan apa-apa *kantung plastiknya lebih langka deh....* Just info, untuk pembelian diatas 100 ribu dan kelipatan, berkesempatan mengikuti undian. Usai membayar, akhirnya saya keluar melangkah meninggalkan tempat yang bagaikan museum ini...kembali lagi ke masa kini...


Nggak nyesel deh... *nggak sentimentil kok* malah ini semacam perjalanan waktu yang menarik bagi seorang penggemar Doraemon -dan anime-manga- seperti saya. Barangkali juga bagi generasi 80-90's-an di Indonesia yang masa kecilnya dibesarkan Doraemon (diantara tayangan anime-anime lainnya) mungkin sudah dewasa, menikah dan punya anak, yakin deh rasanya ada banyak kenangan dalam otak yang serta-merta berputar kembali mengingat apa saja yang pastinya berbau nostalgia tentang Doraemon dan kawan-kawan. Salut juga karena kisah Doraemon masih bertahan sampai sekarang, dengan rilisan film, komik dan serial yang masih berjalan. Because it is Doraemon. Tentang kisah yang tak lekang waktu, tentang persahabatan dan kecanggihan yang mengajarkan sesuatu serta tentang sebuah masa depan yang lebih baik...




0 komentar:

Post a Comment

 

Popular Posts

instagram me

THX4Visiting & Please :)

THX4Visiting & Please :)

Followers